Showing posts with label jasa sablon kaos wonogiri. Show all posts
Showing posts with label jasa sablon kaos wonogiri. Show all posts

Wednesday, March 29, 2017

Cara Teknik Sablon Kaos Yang Baik


Cara Sablon Kaos yang Benar untuk Mendapatkan Hasil cetak Sablon yang sesuai dengan keinginan Anda, maka penting untuk mengenal dan menerapkan langkah / tahapan yang benar dalam Proses Menyablon

1. Tahapan Pra Cetak, yang termasuk dalam tahapan ini adalah :


- Proses Design Kaos
       Proses ini berkaitan dengan ide atau gagasan anda yang diwujudkan dalam suatu suatu proses pencitraan sehingga ide / gagasan anda tersebut akhirnya memiliki bentuk yang konkret ( biasanya disebut design / artwork ). Misalkan, anda memiliki sebuah gagasan akan sebuah gambar monyet yang sedang memakan pisang dan anda ingin menambahkan sebuah dialog lucu yang diucapkan oleh monyet tersebut. Pada saat itu, gambaran tersebut hanya ada di benak / imajinasi anda dan belum memiliki bentuk pencitraan yang konkret. Selanjutnya adalah mewujudkan gambaran tersebut kedalam bentuk yang konkret, bagaimana caranya ? ada beberapa teknik, misalnya : dengan photography ( mengambil photo monyet yang sedang makan pisang ), dengan gambar tangan ( hand drawing ), dan lain sebagainya.
       Pada intinya adalah, proses design mengubah ide / gagasan anda menjadi bentuk yang lebih konkret, yang dapat dilihat oleh semua orang ( kecuali orang buta dan rabun ), dan tujuan akhirnya untuk proses menyablon adalah agar design anda tersebut dapat diolah menjadi Film / Klise Sablon.

- Pembuatan Film / Klise Sablon
       Sekarang anda telah memiliki design yang siap untuk dicetak, langkah selanjutnya adalah mengolahnya menjadi Film / Klise Sablon.

- Proses Stencil / Afdruk
       Setelah anda memiliki Film / Klise Sablon, maka saatnya untuk memindahkan gambar / image yang tercetak di film sablon tersebut ke screen, melalui apa yang disebut proses afdruk.

- Persiapkan Meja Kerja untuk Proses Sablon Kaos
       ini sangat penting sebelum anda memulai proses pencetakan, sehingga saat anda sedang mencetak nanti tidak akan terganggu dengan kegiatan lainnya, misalnya tiba – tiba tinta yang anda gunakan habis, atau anda lupa untuk menyediakan tempat untuk pengeringan media yang baru dicetak, dan lain sebagainya.

2. Tahapan saat Cetak atau Sablon Kaos

       Saat mencetak yang perlu anda perhatikan adalah penggunaan teknik sapuan rakel yang benar. Karena tugas mencetak sebenarnya sangat sederhana yaitu memindahkan tinta ke media yang diinginkan melalui kain saring / screen.
       Selain itu, pelajari sifat – sifat dari tinta cetak yang sedang anda gunakan, karena tidak setiap tinta memiliki karakteristik yang sama. Parameter yang mungkin anda perlu ketahui adalah : kecepatan tinta untuk mengering, biasanya ini menjadi kendala karena tinta yang mengering terlalu cepat di screen akan menghambat proses pencetakan, anda perlu melancarkan kembali pori – pori kain saring / screen yang telah tersumbat oleh tinta yang telah mengering tersebut, karena bila tidak maka hasil cetak tidak dapat terbentuk dengan sempurna.

Catatan : salah satu kelebihan dari tinta plastisol yang digunakan dalam penyablonan t-shirts adalah bahwa tinta jenis ini tidak akan mengering, bahkan bila anda meninggalkannya diatas screen dalam jangka waktu yang lama, karena tinta jenis ini membutuhkan proses curing untuk mengeringkannya.

3. Tahapan Pasca Cetak Sablon Kaos

Ada tiga hal ( bisa lebih ) yang biasanya perlu anda lakukan setelah anda selesai melakukan pencetakan, yaitu :

- Proses Drying
       Setiap tinta cetak memerlukan waktu untuk mengering dengan sempurna, bahkan bila anda memegang tinta tersebut dan permukaannya anda rasa telah mengering, belum tentu tinta tersebut telah kering dengan sempurna, oleh karena itu penting untuk mengenal karakteristik tinta cetak yang anda gunakan. Untuk proses ini anda dapat melakukannya dengan melalui proses alami ( penjemuran – cukup diangin –anginkan saja ) atau dengan bantuan mesin ( kipas angin, blower, dsb. ).

- Proses Curing
       Proses ini memerlukan alat – alat yang khusus untuk dapat mengeringkan jenis – jenis tinta tertentu. Seperti misalnya tinta jenis plastisol yang perlu melalui proses pemanasan dalam temperatur yang sangat panas ( sekitar 143 – 166 0 C ), biasanya dengan menggunakan mesin conveyer atau flash heater. Untuk Tinta Karet / Rubber, juga memerlukan proses curing, dengan menggunakan mesin hot press yang dapat diatur panas temperaturenya ( sekitar 110 – 130 0 C ).

Note Sablon Kaos :
Banyak praktisi sablon yang sering mengabaikan atau tidak melakukan proses ini dengan cara yang benar, sehingga mengakibatkan buruknya mutu hasil cetak. Bila hasil cetak / print ternyata pecah – pecah, luntur, pudar, dsb., mungkin ada yang salah dengan tahapan pengeringan atau curing yang anda lakukan.

- Proses Burning / Pengopenan
       Ada jenis – jenis tinta tertentu yang membutuhkan treatment seperti ini, pada dasarnya proses ini membakar / memanggang tinta tersebut sehingga mencapai titik pengeringan yang sempurna.


Contact us
sms/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com

Tuesday, March 28, 2017

Sejarah Sablon


Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata sablon ?
pasti jawabannya ga jauh jauh dari sablon kaos, tinta sablon, dan lainnya. Tapi siapakah yang memperkenalkan dan mengembangkan teknik sablon itu sendiri ?



Teknik cetak sablon dikembangkan oleh orang jepang, yaitu Yuzenzai Miyasaki pada tahun 1654-1736 dan Zikukeo Hirose pada tahun 1822-1890. Apakah temen-temen tau pakaian khas jepang?

Ya, Kimono. Pakaian khas jepang yang memiliki banyak motif ini dibuat dengan menggunakan teknik cetak sablon. Sablon kimono itu dilatarbelakangi oleh kaisar jepang yang melarang penggunaan kimono yang dibuat dengan tulisan tangan. Alasan Kaisar tersebut karena tingginya harga kimono motif tulisan tangan yang beredar di pasar. Dengan keluarnya kebijakan tersebut harga kimono dapat ditekan, dan kimono motif sablon mulai banyak di di gunakan oleh masysrakat jepang.


Selanjutnya cetak sablon berkembang hingga ke daratan Eropa. Pada tahun 1851-1862 dan kemudian pada tahun 1868 Joseph Swan mendirikan atau menemukan produk autotype.
Pada tanggal 11 Juli 1907 Samuel Simmon yang berkebangsaan Inggris mendapatkan hak patennya untuk teknik cetak sablon. Teknik sablon yang dibuat menggunakan Chiffon sebagai pola (form) untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari gasa atau kain saring. Gambar yang tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain gasa. Itu sebabnya teknik ini dikenal dengan sebutan silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutra.


Setelah itu cetak sablon berkembang ke Amerika Serikat sehingga pada tahun 1924 pertama kalinya proses cetak sablon dilakukan di atas bahan tekstil dan kemudian pada tahun 1946 MC Kornick dan Penney menemukan mesin cetak sablon.

Setelah perang dunia kedua berakhir, teknik cetak semakin berkembang cukup cepat. Berbagai inovasi terus dilakukan hingga memimculkan teknik baru yaitu teknik saring modern. Teknik dasar yang digunakan ini tetaplah sederhana, murah dan mudah untuk dipraktekkan sehingga orang-orang tetap beranggapan sama pada teknik saring ini yaitu usaha sambilan tetapi tetap menghasilkan. Istilah teknik cetak saring di Indonesia kurang di kenal. Istilah yang lebih popular digunakan adalah cetak sablon. Konon, kata sablon berasal dari bahasa belanda, yakni Schablon. Kata tersebut berkulturasi dan menjadi bahasa sarapan hingga bermetamorposis menjadi kata sablon.

Setelah mengetahui tentang sejarah sablon, mungkin Anda tertarik memiliki kaos sablon desain sendiri. Anda bisa memesannya di REKA REKO atau kontak dibawah

Contact us
sms/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com


Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06 , Ngringo, Jaten , Karanganyar, Solo.
(Belakang UNSA / ASMI )

Terimakasih. ^.^


SABLON KAOS WONOGIRI



TEMPAT BIKIN KAOS DI SOLO KARANGAYAR SUKOHARJO SRAGEN BOYOLALI WONOGIRI, PURWODADI



BIKIN KAOS? GAK PAKEK MAHAL!!!


REKA REKO adalah vendor kaos profesional berpengalaman. Dikerjakan oleh tenaga yang ahli di bidangnya. Sudah menerima ribuan order, baik dari instansi pemerintahan, komunitas, seragam, sekolah, dll.

Melayani pembuatan : Kaos, kaos kelas, kaos komunitas, kaos distro, kaos seragam, kaos event, kaos partai, kaos polo, jaket, hoodie, hoodie zipper, sweater, kemeja, dll.
Produk-produk tersebut dapat diorder dengan berbagai macam model, ukuran, bahan dan jenis sablon dengan bahan bahan yang berkualitas.

Menerima pesanan secara online
contact person admin (24 jam)
SMS/WA: 082242613280
BBM: 58413D3A
Line : @rekarekoclothing
e-mail : rekarekosolo@gmail.com


ataupun offline 
Alamat Workshop :
Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06 , Ngringo, Jaten , Karanganyar, Solo.
( Gapura barat UNSA/ ASMI masuk ke utara 200m kanan jalan depan lapangan )


Jangan lupa like dan follow akun sosmed kami



DEFINISI COTTON COMBED dan TIPS MEMILIH KAIN KAOS YANG BAIK

TIPS MEMILIH KAIN KAOS YANG BAIK


Cotton combed :
  • Terdiri dari 4 spect (yang beredar dipasaran) yaitu cotton combed 20s 24s 30s dan 40s. Bahan dasar rajut dari kapas 100% (adapula yang dari bambu). 
  • Standart cotton combad yg baik adalah angka gramasi dikisaran 170-200 (berpengaruh dalam sringkit, penyusutan kain) 
  • No mercers ( mercers adalah bahan penguat warna ) kain 
  • Cenderung berwarna sedikit belel doff (100% bisa cabut warna)
  • Seting 36-40" hand file luar dalam halus lembut anyep dan daya serap tinggi (test tuangkan sedikit air diatas kain) 
  • mintalah spectter sebut jika ada
  • yang pasti mintalah ditimbang ulang
  • jangan hanya melihat catatan diplastik packing yg sudah tertera berat kain tersebut, karena setiap pack kain dari pabrik hingga ke konsumen pasti ada penyusutan bahan sekitar 1-2kg itu normal, terkadang sampai 3kg.
       Pertama-tama kita mau memperjelas istilah combed. Di indonesia kata ini sering berubah menjadi combat dikarenakan pengejaan yang mirip. Tapi nama yang benar bukan combat tapi combed.
       Katun combed adalah katun yang terbuat dari benang-benang yang berukuran ketebalan yang sama. Oleh karena itu jenia kain ini lembut dan nyaman dipakai. Katun combed sendiri dibagi menjadi berbagai macam ketebalan. 20S, 24S, 30S dan 40S adalah jenis-jenis katun combed yang sering beredar di pasaran. Berikut penjelasan tentang jenis-jenis di atas.

20S adalah bahan yang mempunyai ketebalan paling tebal(semakin besar angkanya semakin tipis bahan). Bahan ini tebal, halus dan tahan lama.

24S lebih agak tipis dari 20S. Bahan ini sering dipakai oleh perusahaan atau retailer yang kurang yakin bahwa masyarakat siap menggunakan 30S. Karena lebih tipis bahan agak lebih jatuh ke badan.

30S jelas lebih tipis dari kedua bahan di atas. Juga lebih lembut dari 2 bahan di atas dan lebih jatuh juga. Bahan ini sering dipakai oleh retailer-retailer seperti distro yang mempunyai target anak muda. Bahan ini terkenal lebih nyaman dikarenakan udara dunia yang semakin panas semakin hari dan juga kelembutannya.

40S Bahan ini paling tipis dari yang lain. Bahan ini sering dipakai oleh retailer luar negeri atau khusus untuk perempuan. Bahan bisa dibilang agak menjiplak bentuk badan, jadi untuk orang-orang yang tidak percaya diri akan bentuk badan tidak disarankan untuk menggunakan bahan ini.

Kami menyediakan berbagai macam warna dan berbagai macam jenis sablon dan aplikasi untuk berbagai macam bahan yang kami tawarkan.


Contact us
sms/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com

Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06 , Ngringo, Jaten , Karanganyar, Solo.
(Belakang UNSA / ASMI )

Sejarah Kaos Oblong


       Kaos oblong atau kaos polos yang biasa disebut dengan T-Shirt pada awalnya dikenakan oleh tentara Inggris pada zaman dulu. Kaos oblong biasanya hanya memiliki satu model saja yang hanya menutupi seluruh dada, sebagian lengan dan menutupi perut. Umumnya kaos oblong tidak memiliki saku atau kancing seperti baju kemeja di zaman sekarang. Sejarah kaos oblong itu sendiri pada awalnya dikenakan para pasukan militer Inggris dan Amerika pada abad 19 sampai awal abad 20. Awal mula kenapa baju tersebut diberi nama T-Shirt karena orang beranggapan baju tersebut membentuk huruf “ T “ sehingga di beri nama T-Shirt.


       Bahan yang umum digunakan untuk membuat baju oblong umumnya terbuat dari bahan polyester dan katun ataupun gabungan dari bahan keduanya. Selain digunakan oleh tentara, pada zaman dulu kaos oblong digunakan sebagai kaos dalam yang biasanya dikenakan oleh kalangan pria atau wanita bahkan anak – anak ataupun juga orang tua. Kaos oblong sangat banyak diminati oleh semua kalangan karena bahan yang mudah menyerap keringat, dan sangat cocok dikenakan ketika udara sedang panas. Bahannya yang sangat nyaman membuat banyak kalangan memilih kaos oblong untuk dikenakan sehari – hari.

       Sebelum menjadi fenomena fashion seperti sekarang, kaos oblong atau kaos polos mulai dikenal di seluruh dunia lewat John Wayne, Marlon Brando dan James Dean yang memakai pakaian dalam tersebut untuk pakaian luar dalam film-film mereka. Dalam A Streetcar Named Desire (1951) Marlon Brando membuat gadis-gadis histeris dengan kaos oblongnya yang sobek dan membiarkan bahunya terbuka. Tenesse William di Broadway adalah orang pertama yang menciptakan kaos oblong dengan memiliki warna yaitu abu – abu karena pada umumnya kaos oblong yang biasa dikenakan yaitu berwarna putih polos tanpa warna ataupun model. Baju oblong dengan model warna abu – abu ini pertama diperkenalkan oleh James Dean dalam film Rebel Without A Cause pada tahun 1955 yang langsung menjadi trend fenomena fashion dunia. Beberapa kalangan beranggapan bahwa kaos oblong dinilai tidak sopan dan tidak beretika. Namun gejolak ini hanya keluar dari beberapa masyarakat saja justru dengan adanya kaos oblong dengan berbagai warna menjadi trend dunia karena mereka beranggapan kaos oblong sebagai lambang kebebasan pada anak muda.

       Melihat adanya demam kaos oblong mulailah perusahaan – perusahaan konveksi dan pemilih fashion ternama mulai memproduksi kaos oblong. Idenya yaitu untuk memproduksi kaos oblong dengan berbagai macam pilihan warna dan berbagai model dari kaos oblong itu sendiri sehingga pada masa itu, kaos oblong dijadikan sebagai pakaian sehari – hari dan banyak di kenakan oleh kalangan masyarakat. Berbagai merek mulai dari merek fashion casual seperti Polo, Lacoste, sampai ke segmen sport clothing seperi NIKE dan ADIDAS semua memproduksi kaos oblong sampai sekarang.


       Masuknya kaos oblong di Indonesia pertama kali dibawakan oleh orang – orang Belanda. Namun pada saat itu hanya kalangan atas saja yang bisa mengenakan kaos oblong ini karena pemerintahan pada zaman dulu masih belum cukup maju dan pada masa itu belum ada perusahaan yang mampu untuk memproduksi kaos oblong sehingga kaos oblong tergolong dalam barang mahal. Namun tidak selang beberapa lama sekitar tahun 1970 mulailah kaos oblong di kenakan oleh orang Indonesia tetapi belum memiliki model seperti yang dikenakan orang Belanda. Kaos oblong pertama yang diproduksi oleh orang Indonesia masih berwarna putih dan memiliki bahan halus yang tipis dan baju oblong ini hanya bisa dikenakan oleh kalangan pria saja. Pada masa itu kaos oblong yang cukup terkenal di tahun 70 an yaitu merk cabe rawit, swan, 77, kembang manggis dan masih banyak yang lainnya. Pengaruh budaya rock n roll di Barat, seperti The Rolling Stones, The Beatles, serta film-film James Dean, dan budaya Hollywood juga mempengaruhi populernya kaos oblong di Indonesia. Banyak band rock Indonesia di tahun 70 an mengenakan kaos oblong untuk pentas dan panggung.

       Sekitar tahun 1980 kaos oblong ini mulai di kuasai oleh industri garment dan konveksi Indonesia. Ini bisa dibuktikan dengan mulai adanya merk – merk terkenal seperti JOGER di Bali, DAGADU di Yogyakarta dan C59 di Bandung untuk segi kualitaspun sudah cukup memadai mulai dari bahan yang bagus dan berkualitas dan model – model yang sangat beragam mulai dari motif yang cukup kreatif dari tiap modelnya.

       Mulai tahun 1990 – an adalah tahun di mana dunia kaos mulai sangat berkembang pesat di Indonesia dapat dibuktikan dengan munculnya perusahaan – perusahaan berskala besar yang sangat antusias untuk menciptakan kaos oblong dengan kualitas baik berikut dengan model – model yang sedang mendunia. Merek merek terkenal tahun 90 an dikuasai oleh garment-garment besar yang memproduksi merek HAMMER, POSHBOY, OSELLA, dan lain-lain yang dijual terutama melalui department store dan mall yang mulai marak pada masa itu.

       Di tahun 2000 an industri kaos Indonesia bergeser dari pertokoan di mall ke industri kreatif yang kecil dan unik. Banyak dari kalangan anak muda yang menciptakan karya kaos oblong sendiri dan design sendiri dan menproduksi sendiri. Fenomena itu terus berlanjut sampai kini. Terbukti dengan adanya distro – distro di setiap sudut kota yang dipenuhi dengan anak muda. Untuk arti dari kata Distro tersendiri yaitu “ Distribution Outlet “ yang memiliki arti toko yang mendistribusikan atau menjual barang – barang unik hasil karya sendiri termasuk kaos oblong.

   Tahun 2010 sampai sekarang, fenomena distro semakin berkembang lagi seiring dengan perkembangan internet dan media social. Berjamurnya distro online shop membuat konsumen semakin dimanja dan memiliki banyak pilihan. Adapun, kaos polos yang merupakan bentuk dasar dari perkembangan kaos dari awalnya, masih tetap digunakan sampai sekarang, baik untuk pakaian sehari-hari maupun sebagai media atau kanvas tempat anak muda menumpahkan kreativitas.


Contact us
sms/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com

Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06 , Ngringo, Jaten , Karanganyar, Solo.
(Belakang UNSA / ASMI )



JASA SABLON KAOS PLASTISOL DI WONOGIRI

JASA SABLON KAOS DI WONOGIRI Untuk konsultasi atau pemesanan hubungi :  Ngebel, Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah No WA/...