Showing posts with label konveksi kaos. Show all posts
Showing posts with label konveksi kaos. Show all posts

Thursday, March 30, 2017

Asal Mula Polo Shirt


contoh polo shirt ( kaos berkerah)

       Kaos polo yang dikenal juga oleh masyarakat kita sebagai kaos kerah kini telah dipakai oleh berbagai kalangan, mulai dari kalangan atas, menengah bahkan kalangan bawah dengan berbagai merk. Baju yang dapat bersifat santai bahkan resmi ini pun sering digunakan untuk media promosi oleh berbagai perusahaan dengan berbagai bidang untuk menyampaikan pesan promosi untuk para konsumen mereka.

       Dulu kaos polo shirt digunakan biasanya untuk pakaian olahraga, tetapi sekarang berbeda, perkembangan sekarang ini kaos polo telah merambah dunia fashion dan digunakan dalam berbagai kesempatan, teramasuk waktu santai.

       Trend polo shirt ini sangat baik untuk dimanfaatkan bagi para produsen kaos, selain telah menjadi trend dan dikenal di masyarakat umum, bahan serta kegunaannya yang resmi karena berkerah sangat potensial untuk ditawarkan ke berbagai perusahaan sebagai kaos promo, kaos karyawan atau bahkan kaos olahraga.

       Bahan-bahan yang bisa digunakan untuk jenis kaos ini antara lain kain Lacoste Cotton, Lacoste CVC, Lacoste PE dan berbagai jenis bahan lainnya yang dapat dieseuaikan dengan budget kita. Beberapa elemen tambahan yang bisa ditambahakan pada pakaian ini antara lain saku di bagian dada, atau sablonan serta bordir logo atau teks yang bisa diletakkan di bagian dada, lengan atau punggung.



Diakhir tahun 1800-an

       Di akhir abad ke-19 seseorang yang bernama John E Brooks berkunjung ke Inggris. Cucu dari pendiri Perusahaan Brooks Brothers di US ini memperhatikan kerah baju pemain saat ia menyaksikan sebuah pertandingan Polo. Kerah tersebut terlipat kebawah dan ditahan dengan kanding untuk menghindarinya tertiup angin. Terkesan akan hal itu, ia memiliki ide untuk menambahkan kerah tersebut pada pakaian kaos.
      Setelah diaplikasian kaos tersebut diperkenalkan pada tahun 1896 dan menjadi ikon pakaian formal serta mampu mengubah wajah pakaian pria untuk selamanya. Kaos ini dikatakan sebagai “Barang yang paling banyak ditiru dalam sejarah fashion”. Brooks Brothers menamkan kaos tersebut sebagai kaos polo. Ini adalah permulaan dari asal usul kaos polo.

Tahun 1920

       Tahun 1920 merupakan tahun yang sangat berpengaruh dalam perkembangan kaos polo. Pada tahun ini seorang pedagang keturunan Argentina-Irlandia dan seorang pemain Polo bernama Lewis Lacey membuka toko pria di Buenos Aires untuk menjual kaos Polo dengan gambar bordiran seorang pemain Polo.

Tahun 1926

       Seseorang yang paling berpengaruh dalam perkembangan desain kaos polo adalah legenda tennis Prancis yaitu Jean Rene Lacoste (1904 – 1996). Kebanyakan orang menjulukinya sebagai “pencetus” kaos polo modern. Ia menciptakan desain kaos polo lengan pendek karena pada saat itu kaos polo masih menggunakan lengan panjang yang dirasa menyulitkan untuk bergerak. Selain itu ia juga memutuskan untuk menggunakan kerah yang tidak kaku dan bagian belakang yang lebih panjang agar tidak mudah terselip, yang kita kenal sebagai tennis tail pada saat ini.
     Inovasi terpenting yang terjadi pada saat itu adalah penggunaan bahan katun pique. Lacoste menggunakan katun pique yang berfungsi untuk ketahanan dan kenyamanan bernafas. Lacoste menggunakan kaos ini pada pada saat memenangkan pertandingan US open championship pada tahun 1926. Kemenangkan ini memberikan sensasi pada gaya baru yang dikenakannya.

Tahun 1933

       Pada tahun 1933 Lacoste dan temannya Andre Gillier sang produsen pakaian rajut mendirikan La Société Chemise Lacoste (Perusahaan Kaos Lacoste). Perusahaan ini memproduksi kaos lembut yang mirip dengan ia kenakan pada tahun 1926. Pada akhir tahun 1940-an, istilah ‘polo’ telah digunakan tidak hanya untuk kaos kerah yang digunakan oleh pemain Polo tetapi juga oleh siapa saja yang menggunakan kaos lembut berkerah ini.

Tahun 1951

       Pada tahun 1951, Lacoste mencetuskan ide yang brilian. Ia mengembangkan baju tenis yang putih menjadi berbagai variasi warna. Lacoste juga mulai melakukan ekspansi ke Amerika. Tak terduga produk yang ia produksi meledak di pasaran. Sejak saat itu kaos polo merupakan simbol yang menyatakan status sebagai olahragawan yang kompeten.

Tahun 1954

       Sekitar tahun ini, Fred Perry sang legenda tenis lainnya memutuskan untuk membuat “versi sendiri” dari produk buatan Lacoste. Ia menggunakan bahan yang sama yaitu katun pique. Ketenaran Perry membuat kaos polo miliknya mampu bersaing dengan desain asli milik Lacoste. Produk Perry tersebut menjadi pilihan bagi para remaja saat itu. Ini adalah salah satu asal usul kaos polo menjadi trend di kalangan anak muda.



Tahun 1972

       Pada tahun ini Ralph Lauren ingin memberikan perusahaan pakaian casual miliknya dengan nama yang menggambarkan kecanggihan dan keabadian. Ia menamakannya dengan nama olahraga berkelas yaitu Polo.

 
       Tahun 1980-an menjadi dekade persaingan antara kaos polo buatan Lacoste dan Ralph Lauren. Karena saat itu Lauren memiliki merk yang unggul sedangkan pasar sedang mengalami kejenuhan kepada Polo buatan Lacoste membuat Polo Lauren memenangkan persaingan.

Tahun 1990-an

       Selama tahun 1990-an kaos polo menjadi standar pakaian bisnis resmi untuk industri berteknologi tinggi dan menyebar hingga ke industri lainnya.


Hotline: 082242613280


Sejarah Kaos Raglan


       Kaos raglan adalah kaos yang memiliki potongan diagonal warna berbeda pada bagian lengan. Beberapa macam kaos raglan ialah kaos raglan lengan panjang, kaos raglan lengan pendek, dan kaos raglan lengan tiga perempat. Nama lain kaos raglan ialah kaos baseball, disebut demikian karena kaos ini banyak digunakan pada saat berolahraga.
       Cerita tentang kaos raglan ini sudah berumur lebih dari 100 tahun tepatnya di sekitar tahun 1852. Awalnya berasal dari seorang serdadu Inggris yaitu Fitzroy James Henry Somerset. Fitzroy berasal dari desa kecil di Inggris yang bernama “Raglan”. “Perang Waterloo” atau “The Battle of Waterloo” , adalah nama peperangan yang terjadi antara Inggris dan Perancis. Fitzroy terluka dan mendapat 5 tusukan pada lengannya, sehingga tangan Fitzroy harus diamputasi. Setelah kehilangan salah satu lengannya, Fitzroy tidak putus asa. Ia bahkan tetap bersemangat untuk melanjutkan perang yang belum usai.


       Karena Fitzroy tidak mengikuti peperangan lagi,Fitzroy belajar menulis dengan menggunakan tangan kirinya.Fitzroy memiliki semangat juang yang tinggi, lalu ia melanjutkan karirnya sebagai staff administratif di pemerintahan Inggris pada saat itu. Ia kembali harus beradaptasi untuk bisa menulis guna mengerjakan tugas-tugas pemerintahan.Fitzroy diberikan kehormatan yaitu “The 1st Baron of Raglan” yang artinya ialah “Baron dari desa Raglan” oleh kerajaan ingrris karenakan jasa-jasanya yang besar selama berperang. Gelar kehormatan yang diberikan pihak kerajaan inggris kepada orang yang dianggap berjasa untuk negara disebut “Baron”.

       Setelah Fitzroy kehilangan satu tangannya, Fitzroy sang Baron tidak begitu saja putus asa. Namun ia bangga karena telah berjuang dan mengabdi untuk tanah airnya. Fitzroy gemar menggunakan mantel dengan model jahitan tangan yang mirip dengan kaos raglan sekarang ini pada semasa hidupnya. Oleh karena itu, model kaos raglan yang kita kenal diberi nama “Kaos Raglan” yang merupakan nama desa asal Fitzroy sebagai penghormatan atas jasanya pada saat peperangan.

       Dalam dunia fashion modern, kaos raglan ini diadopsi oleh pakaian olahraga. Jenis olahraga yang banyak menggunakan model raglan ini adalah jenis olahraga baseball. Hal ini disebabkan karena dalam olahraga baseball pergerakan tangan sangan dinamis sehingga penggunakan kaos raglan yang berbeda warna badan dan lengan dinilai menarik sebagai seragam.




       Kaos raglan saat ini selain dipakai untuk olahraga juga banyak dipakai untuk fashion sehari-hari. Baik pria maupun wanita menggunakan kaos raglan. Kaos raglan sudah berkembang jauh dari sejarahnya, sehingga kini kaos raglan sudah menjadi bagian dari keseharian kita.

Jasa Pembuatan Kaos 
Contact us
sms/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com

Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06 , Ngringo, Jaten , Karanganyar, Solo.
(Belakang UNSA / ASMI )


Wednesday, March 29, 2017

Sejarah Kaos Raglan


      Kaos raglan adalah kaos yang memiliki potongan diagonal warna berbeda pada bagian lengan. Beberapa macam kaos raglan ialah kaos raglan lengan panjang, kaos raglan lengan pendek, dan kaos raglan lengan tiga perempat. Nama lain kaos raglan ialah kaos baseball, disebut demikian karena kaos ini banyak digunakan pada saat berolahraga.
       Cerita tentang kaos raglan ini sudah berumur lebih dari 100 tahun tepatnya di sekitar tahun 1852. Awalnya berasal dari seorang serdadu Inggris yaitu Fitzroy James Henry Somerset. Fitzroy berasal dari desa kecil di Inggris yang bernama “Raglan”. “Perang Waterloo” atau “The Battle of Waterloo” , adalah nama peperangan yang terjadi antara Inggris dan Perancis. Fitzroy terluka dan mendapat 5 tusukan pada lengannya, sehingga tangan Fitzroy harus diamputasi. Setelah kehilangan salah satu lengannya, Fitzroy tidak putus asa. Ia bahkan tetap bersemangat untuk melanjutkan perang yang belum usai.


       Karena Fitzroy tidak mengikuti peperangan lagi,Fitzroy belajar menulis dengan menggunakan tangan kirinya.Fitzroy memiliki semangat juang yang tinggi, lalu ia melanjutkan karirnya sebagai staff administratif di pemerintahan Inggris pada saat itu. Ia kembali harus beradaptasi untuk bisa menulis guna mengerjakan tugas-tugas pemerintahan.Fitzroy diberikan kehormatan yaitu “The 1st Baron of Raglan” yang artinya ialah “Baron dari desa Raglan” oleh kerajaan ingrris karenakan jasa-jasanya yang besar selama berperang. Gelar kehormatan yang diberikan pihak kerajaan inggris kepada orang yang dianggap berjasa untuk negara disebut “Baron”.

       Setelah Fitzroy kehilangan satu tangannya, Fitzroy sang Baron tidak begitu saja putus asa. Namun ia bangga karena telah berjuang dan mengabdi untuk tanah airnya. Fitzroy gemar menggunakan mantel dengan model jahitan tangan yang mirip dengan kaos raglan sekarang ini pada semasa hidupnya. Oleh karena itu, model kaos raglan yang kita kenal diberi nama “Kaos Raglan” yang merupakan nama desa asal Fitzroy sebagai penghormatan atas jasanya pada saat peperangan.

       Dalam dunia fashion modern, kaos raglan ini diadopsi oleh pakaian olahraga. Jenis olahraga yang banyak menggunakan model raglan ini adalah jenis olahraga baseball. Hal ini disebabkan karena dalam olahraga baseball pergerakan tangan sangan dinamis sehingga penggunakan kaos raglan yang berbeda warna badan dan lengan dinilai menarik sebagai seragam.



Kaos raglan saat ini selain dipakai untuk olahraga juga banyak dipakai untuk fashion sehari-hari. Baik pria maupun wanita menggunakan kaos raglan. Kaos raglan sudah berkembang jauh dari sejarahnya, sehingga kini kaos raglan sudah menjadi bagian dari keseharian kita.

Jasa Pembuatan Kaos 
Contact us
sms/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com

Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06 , Ngringo, Jaten , Karanganyar, Solo.
(Belakang UNSA / ASMI )


Tuesday, March 28, 2017

Sejarah Sablon


Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata sablon ?
pasti jawabannya ga jauh jauh dari sablon kaos, tinta sablon, dan lainnya. Tapi siapakah yang memperkenalkan dan mengembangkan teknik sablon itu sendiri ?



Teknik cetak sablon dikembangkan oleh orang jepang, yaitu Yuzenzai Miyasaki pada tahun 1654-1736 dan Zikukeo Hirose pada tahun 1822-1890. Apakah temen-temen tau pakaian khas jepang?

Ya, Kimono. Pakaian khas jepang yang memiliki banyak motif ini dibuat dengan menggunakan teknik cetak sablon. Sablon kimono itu dilatarbelakangi oleh kaisar jepang yang melarang penggunaan kimono yang dibuat dengan tulisan tangan. Alasan Kaisar tersebut karena tingginya harga kimono motif tulisan tangan yang beredar di pasar. Dengan keluarnya kebijakan tersebut harga kimono dapat ditekan, dan kimono motif sablon mulai banyak di di gunakan oleh masysrakat jepang.


Selanjutnya cetak sablon berkembang hingga ke daratan Eropa. Pada tahun 1851-1862 dan kemudian pada tahun 1868 Joseph Swan mendirikan atau menemukan produk autotype.
Pada tanggal 11 Juli 1907 Samuel Simmon yang berkebangsaan Inggris mendapatkan hak patennya untuk teknik cetak sablon. Teknik sablon yang dibuat menggunakan Chiffon sebagai pola (form) untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari gasa atau kain saring. Gambar yang tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain gasa. Itu sebabnya teknik ini dikenal dengan sebutan silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutra.


Setelah itu cetak sablon berkembang ke Amerika Serikat sehingga pada tahun 1924 pertama kalinya proses cetak sablon dilakukan di atas bahan tekstil dan kemudian pada tahun 1946 MC Kornick dan Penney menemukan mesin cetak sablon.

Setelah perang dunia kedua berakhir, teknik cetak semakin berkembang cukup cepat. Berbagai inovasi terus dilakukan hingga memimculkan teknik baru yaitu teknik saring modern. Teknik dasar yang digunakan ini tetaplah sederhana, murah dan mudah untuk dipraktekkan sehingga orang-orang tetap beranggapan sama pada teknik saring ini yaitu usaha sambilan tetapi tetap menghasilkan. Istilah teknik cetak saring di Indonesia kurang di kenal. Istilah yang lebih popular digunakan adalah cetak sablon. Konon, kata sablon berasal dari bahasa belanda, yakni Schablon. Kata tersebut berkulturasi dan menjadi bahasa sarapan hingga bermetamorposis menjadi kata sablon.

Setelah mengetahui tentang sejarah sablon, mungkin Anda tertarik memiliki kaos sablon desain sendiri. Anda bisa memesannya di REKA REKO atau kontak dibawah

Contact us
sms/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com


Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06 , Ngringo, Jaten , Karanganyar, Solo.
(Belakang UNSA / ASMI )

Terimakasih. ^.^


JASA SABLON KAOS PLASTISOL DI WONOGIRI

JASA SABLON KAOS DI WONOGIRI Untuk konsultasi atau pemesanan hubungi :  Ngebel, Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah No WA/...